REMBANG, suararembang.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terus mendorong penguatan budaya donor darah di tengah masyarakat sebagai langkah menjaga ketersediaan stok darah tetap aman dan berkelanjutan.
Upaya ini dinilai penting, terutama menghadapi momentum-momentum tertentu yang sering memicu penurunan stok darah.
Baca Juga: Regenerasi Relawan Jadi Kunci, Gus Hanies Ingatkan Tantangan PMI di Era Bencana Iklim
Wakil Bupati Rembang, Mochamad Hanies Cholil Barro’, menegaskan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Rembang masih memerlukan perhatian bersama dari seluruh elemen masyarakat.
Stok Darah Sempat Menipis saat Momentum Besar
Menurut Hanies, kesadaran masyarakat untuk rutin mendonorkan darah perlu terus ditingkatkan.
Ia mengungkapkan, pada momentum Ramadan dan Lebaran lalu sempat muncul kekhawatiran terkait ketersediaan darah.
Baca Juga: PMI Rembang Targetkan Dana Rp 775 Juta, Kini Bisa Donasi via QRIS!
“Kami melihat soal ketersediaan darah ini masih perlu dipompa lagi. Terutama pada momentum Ramadan dan Lebaran kemarin, sempat ada kekhawatiran karena laporan stok menipis, khususnya golongan darah B,” ujarnya saat rapat koordinasi PMI di aula PMI, Senin (6/4).
Kondisi tersebut menjadi evaluasi penting agar ke depan tidak terjadi kekurangan stok yang dapat berdampak pada pelayanan kesehatan.
Donor Darah Harus Jadi Kebiasaan
Sebagai Ketua Dewan Kehormatan PMI Kabupaten Rembang, Hanies menegaskan bahwa donor darah tidak boleh hanya dilakukan secara insidental, melainkan harus menjadi kebiasaan masyarakat.
“Ini harus benar-benar dipompa. Membudayakan donor darah itu penting. Jangan menunggu stok tipis baru panik. Kalau ini jadi budaya, kita punya stok yang berkelanjutan. Setetes darah bisa menyelamatkan nyawa sesama,” tegasnya.
Ia menilai, jika budaya donor darah terbentuk, maka ketersediaan stok dapat terjaga tanpa harus menunggu kondisi darurat.
Libatkan Lebih Banyak Elemen Masyarakat
Saat ini, beberapa kecamatan telah mulai menggelar kegiatan donor darah secara rutin. Namun, upaya tersebut dinilai masih perlu diperluas agar menjangkau lebih banyak masyarakat.
Pemerintah berharap keterlibatan komunitas, instansi, hingga organisasi kemasyarakatan dapat semakin memperkuat gerakan donor darah di Kabupaten Rembang.
Artikel Terkait
Regenerasi Relawan Jadi Kunci, Gus Hanies Ingatkan Tantangan PMI di Era Bencana Iklim