JAKARTA, suararembang.com – Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu mengambil langkah strategis dengan menggandeng Indonesia Creative Cities Network untuk mengakselerasi potensi ekonomi daerah berbasis kreativitas.
Kolaborasi ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) yang berlangsung di kantor InJourney, Rabu (8/4).
Baca Juga: Kementerian HAM Gandeng ICCN, Siapkan Kota Kreatif Berbasis HAM hingga Forum Dunia di Korea Selatan
Kerja sama ini menjadi titik awal transformasi Kabupaten Pulau Taliabu menuju kota kreatif yang mandiri, sekaligus memperkuat sinergi lintas sektor dalam mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.
Hadapi Tantangan, Taliabu Butuh Terobosan
Bupati Pulau Taliabu Sashabila Widya L. Mus mengungkapkan, daerahnya masih menghadapi tantangan besar, mulai dari keterbatasan fiskal hingga ketergantungan pada kebijakan pusat, khususnya di sektor pertambangan.
Dengan luas wilayah setara Kabupaten Bogor namun hanya dihuni sekitar 66 ribu jiwa, Taliabu membutuhkan inovasi untuk keluar dari ketergantungan terhadap APBD.
Baca Juga: ICCN dan Greeneration Foundation Jalin Kolaborasi untuk Ekonomi Kreatif Berkelanjutan
Meski program kemandirian desa telah berjalan, produk yang dihasilkan dinilai masih bersifat umum dan belum memiliki daya saing unggulan.
“Oleh karena itu, kehadiran ICCN diharapkan mampu menjadi kompas dalam memetakan potensi ekonomi lokal dan melahirkan local champion,” ujarnya.
ICCN Siapkan Strategi dan Kompetisi Digital
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum ICCN Tb. Fiki Satari menegaskan komitmennya untuk menyusun pola kerja sama yang sesuai dengan karakteristik Taliabu.
Sebagai langkah awal, ICCN berencana menggelar kompetisi konten digital guna membangun optimisme publik sekaligus mempromosikan potensi daerah ke tingkat nasional.
Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat citra positif Taliabu di mata investor dan mitra strategis.
Fokus pada SDM dan Ekosistem Kreatif
Dalam diskusi yang melibatkan jajaran eksekutif ICCN, dibahas pula pentingnya sinkronisasi antara sumber daya alam dengan penguatan rantai produksi dan distribusi.
Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi fokus utama agar Taliabu mampu mengikuti arah kebijakan nasional yang mulai menaruh perhatian pada pengembangan “second cities”.
Artikel Terkait
Kementerian HAM Gandeng ICCN, Siapkan Kota Kreatif Berbasis HAM hingga Forum Dunia di Korea Selatan